Sabtu, 22 Agustus 2009
Selasa, 07 Juli 2009
Dirgahayu Bhayangkaraku...
Kami bangga padamu Polri, kini usiamu sudah 63 th, terbilang sudah tua, bahkan memasuki uzur kalau diibaratkan dengan umur manusia. Semakin Tua, semua berharap kamu semakin matang, maju, profesional dan segudang harapan masyarakat berada di pundakmu.
Perjuangan pertama sesuai komitmen, janji, formula yang digariskan pimpinan Polri adalah merebut dan membangun kepercayaan masyarakat, karena tanpa Trush, niscaya keberhasilan Polri dalam melaksanakan tugas belum maksimal.
Kedua yaitu menjadikan Polri sebagai Partner dari masyarakat, arogansi dihilangkan, kedudukan sejajar sebagai mitra yang senantiasa bekerjasama dalam membangun situasi aman dan tertib.
Ketiga yaitu memberikan pelayanan prima kepada segenap lapisan masyarakat, sesuai dengan tuntutan masyarakat modern yang menginginkan sesuatu yang berubah, tidak menunggu lama, tidak mengalami kerugian lebih banyak dan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh anggota Polri.
Itulah Perjuangan yang harus kita lakukan sebagai anggota Polri, semua adalah tanggung jawab kita bersama, para pendahulu telah meletakkan landasan, mempersiapkan segala sesuatunya dan tinggal kita melanjutkan perjuangan mereka. Mampukah, bisakah kita mencapai keberhasilan ini? Kembali kepada sejauh mana komitmen kita untuk berjuang, apa kepentingan kita dan untuk apa kita perlu berjuang?
Hakikatnya jelas, mau tidak mau, suka tidak suka itulah yang harus kita laksanakan, banyak orang ingin menjadi anggota Polri, tugas Polisi begitu mulia, tiada keraguan lagi kita harus sungguh-sungguh menjalankan tugas kita dengan penuh keikhlasan.
----- :) Kembalilah pada pedoman hidup dan pedoman moral kita yakni Tri Brata dan Catur Prasetya. Semangatlah...
Wahai seluruh insan Polri mari berjuang bersama untuk meraih masa depan lebih baik dan mempersembahkan yang terbaik untuk seluruh masyarakat.
"Hiduplah Polri, Jayalah selalu, Doa Restu kami untukmu"
Perjuangan pertama sesuai komitmen, janji, formula yang digariskan pimpinan Polri adalah merebut dan membangun kepercayaan masyarakat, karena tanpa Trush, niscaya keberhasilan Polri dalam melaksanakan tugas belum maksimal.
Kedua yaitu menjadikan Polri sebagai Partner dari masyarakat, arogansi dihilangkan, kedudukan sejajar sebagai mitra yang senantiasa bekerjasama dalam membangun situasi aman dan tertib.
Ketiga yaitu memberikan pelayanan prima kepada segenap lapisan masyarakat, sesuai dengan tuntutan masyarakat modern yang menginginkan sesuatu yang berubah, tidak menunggu lama, tidak mengalami kerugian lebih banyak dan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh anggota Polri.
Itulah Perjuangan yang harus kita lakukan sebagai anggota Polri, semua adalah tanggung jawab kita bersama, para pendahulu telah meletakkan landasan, mempersiapkan segala sesuatunya dan tinggal kita melanjutkan perjuangan mereka. Mampukah, bisakah kita mencapai keberhasilan ini? Kembali kepada sejauh mana komitmen kita untuk berjuang, apa kepentingan kita dan untuk apa kita perlu berjuang?
Hakikatnya jelas, mau tidak mau, suka tidak suka itulah yang harus kita laksanakan, banyak orang ingin menjadi anggota Polri, tugas Polisi begitu mulia, tiada keraguan lagi kita harus sungguh-sungguh menjalankan tugas kita dengan penuh keikhlasan.
----- :) Kembalilah pada pedoman hidup dan pedoman moral kita yakni Tri Brata dan Catur Prasetya. Semangatlah...
Wahai seluruh insan Polri mari berjuang bersama untuk meraih masa depan lebih baik dan mempersembahkan yang terbaik untuk seluruh masyarakat.
"Hiduplah Polri, Jayalah selalu, Doa Restu kami untukmu"
Senin, 22 Juni 2009
Satu lagi...sambungan
Sudah hampir mau satu bulan sejak berita dari istriku tentang kehamilannya, tak terasa " suatu malam dia menelpon dan ingin makan nasi goreng bikinanku, "Duh gimana ya, tapi berbekal keyakinan dalam hati aku berjanji esok harinya akan kubuatkan dan kirim lewat pesawat. "Kusimpan dalam pikiran bawah sadarku hingga esok harinya subuh-subuh aku bangun masak dan goreng nasinya kemudian kukirimkan ke Sentani untuk dititip lewat pesawat ke Biak. "Memang Tuhan Maha Besar dan kekuatan cinta mengantarkan nasi gorengku sampai di Biak dengan lancar".
Apakah istriku sudah mulai ngidam?. Pasti pikirku, tak ada yang lain karena dia begitu manja saat memintaku. Untuk kali ini aku akan berusaha memenuhi tiap keinginannya, aku ingin anak yang dikandungnya memperoleh berkah yang melimpah dari Tuhan dan kesalahan yang pernah kuperbuat saat istriku mengandung Satriya tidak terulang lagi. "Papa sangat mencintai kalian tiga (Mama, Satriya dan si kecil dalam kandungan).
Masih ada sesuatu yang aku pikirkan karena sebentar lagi akan berangkat mengikuti pendidikan PTIK di Jakarta, bagaimana dengan Mama dan Satriya yang ingin ikut bersama-sama di Jakarta, mau ngajak pembantu lagi.
Saya sangat menyayangi mereka, saya berharap mereka mau tinggal di Bali, menghirup sejuknya udara di kampung dan akan lebih banyak saudara, nenek, kakeknya Satriya yang akan memperhatikan dan menjaga mereka.
Kuliah di PTIK merupakan sebuah keharusan yang mempunyai pilihan beragam, disiapkan flat untuk tempat tinggal yang berukuran sedang, dan diberikan keleluasaan kalau mau tinggal di luar, tentu semua dengan konsekuensinya masing-masing. Tinggal di Flat harus menyesuaikan dengan tempat dan segala bumbu-bumbunya, sedangkan di luar juga harus mengeluarkan biaya ekstra yang belum disiapkan posnya.
Memang ada simpanan namun itu untuk masa depan dan tidaklah seberapa dibandingkan dengan lamanya waktu untuk menyisihkannya.
Semuanya harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang dan baik.
Jadi waspadalah dan gunakan dengan akal sehat.
Apakah istriku sudah mulai ngidam?. Pasti pikirku, tak ada yang lain karena dia begitu manja saat memintaku. Untuk kali ini aku akan berusaha memenuhi tiap keinginannya, aku ingin anak yang dikandungnya memperoleh berkah yang melimpah dari Tuhan dan kesalahan yang pernah kuperbuat saat istriku mengandung Satriya tidak terulang lagi. "Papa sangat mencintai kalian tiga (Mama, Satriya dan si kecil dalam kandungan).
Masih ada sesuatu yang aku pikirkan karena sebentar lagi akan berangkat mengikuti pendidikan PTIK di Jakarta, bagaimana dengan Mama dan Satriya yang ingin ikut bersama-sama di Jakarta, mau ngajak pembantu lagi.
Saya sangat menyayangi mereka, saya berharap mereka mau tinggal di Bali, menghirup sejuknya udara di kampung dan akan lebih banyak saudara, nenek, kakeknya Satriya yang akan memperhatikan dan menjaga mereka.
Kuliah di PTIK merupakan sebuah keharusan yang mempunyai pilihan beragam, disiapkan flat untuk tempat tinggal yang berukuran sedang, dan diberikan keleluasaan kalau mau tinggal di luar, tentu semua dengan konsekuensinya masing-masing. Tinggal di Flat harus menyesuaikan dengan tempat dan segala bumbu-bumbunya, sedangkan di luar juga harus mengeluarkan biaya ekstra yang belum disiapkan posnya.
Memang ada simpanan namun itu untuk masa depan dan tidaklah seberapa dibandingkan dengan lamanya waktu untuk menyisihkannya.
Semuanya harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang dan baik.
Jadi waspadalah dan gunakan dengan akal sehat.
Langganan:
Postingan (Atom)