Rabu, 23 Desember 2009

Rencana Tuhan
Saat kita berusaha tentunya selalu berdoa memohon kepada Tuhan agar dikabulkan semua harapan dan keinginan kita, namun tidaklah serta merta seperti minum obat langsung sembuh. Harapan dan keinginan kita ak.an dipertimbangkan oleh Beliau apakah sudah saatnya atau ada sesuatu yang lebih baik dan didahulukan yang diberikan oleh-Nya.
Semua rencana beliau sangat indah untuk masing-masing umatnya, ketika mengalami kegagalan kita cenderung menyalahkan diri sendiri, sedih, kecewa dan emosi, padahal tanpa kita sadari Tuhan telah menyiapkan rencana besar dan sesuatu yang lebih baik dari apa yang kita inginkan. Kesadaran itu baru muncul apabila kita berpikir jernih dan merenungkan kembali arti kegagalan tersebut.
Saat SPK dulu, dan dari kecil saya ingin meraih sesuatu yang baik di bidang bela diri, pernah ikut pencak silat namun gagal ( tidak kontinyu pelatihannya ), pernah ikut karate namun tidak jelas penyelesaiannya. Dalam hati dan benakku ingin sekali mendapatkan sesuatu yang berharga, ternyata kesempatan tersebut datang pada saat mengikuti pendidikan PTIk, ada progran beladiri dalam kurikulum dan tidak tanggung-tanggung sampai tingkat Dan I. Dalam undian kelompok saya masuk karate, alangkah senangnya hati ini dan sangat terasa sekali Tuhan masih memberikan berkah-Nya sampai saat ini.
Sungguh indah rencana Tuhan, kita patut bersyukur pada-Nya dan jangan sia-siakan apa yang telah Beliau anugrahkan.

Minggu, 22 November 2009

PTIK

Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK)
"Garbha Wiyata Luhur Bhayangkara"

Menjadi mahasiswa PTIK adalah dambaan setiap Perwira Polri, menjadi dewasa adalah sebuah keharusan, menyikapi sesuatu secara positif, tidak berprasangka merupakan beberapa ciri khas berpikir positif. Kritis dan korek adalah kemampuan yang diasah di PTIK. Dididik menjadi seorang mahasiswa yang dituntut berkemampuan akademisi, berpikir ilmiah, tidak katanya dan semua berpedoman pada theory serta dasar berpikir yang sistematis.
Lulusan PTIK diharapkan mampu menjadi manajer yang berkemampuan administratif dan akademik yang memadai, punya bank ilmu yang akan menjadi referensi dalam mengambil keputusan di Lapangan. Banyak contoh yang diberikan dosen selama perjalanan tugas dan pemberian komentar saat bertugas, sering terjadi kesalahan yang sebenarnya tidak perlu terjadi dan menuai kritik dari masyarakat. Seperti dalam kasus Bibit-Chandra, terdapat kesalahan keterangan bahwa menahan adalah hak, yang sebenarnya adalah kewenangan Polri.
Dalam kasus Mbok Minah (pencuri 3 biji kakau), sangat disayangkan tidak ada upaya memanfaatkan diskresi untuk menyelesaikan perkara secara non yustisial. Menurut antropologi dan sosiologi hal ini dimungkinkan untuk diselesaikan tanpa harus melalui pengadilan.
Saat menjadi mahasiswa PTIK, kita bisa bercermin mengenai wajah Kepolisian RI saat terdahulu, kini dan yang akan datang. Kajian lengkap mengenai yang seharusnya dilakukan adalah tercermin dari mata kuliah, pelatihan yang diberikan selama di PTIK, kalau kami boleh menyampaikan sekilas beberapa Learning Poin yang didapatkan selama di PTIK yaitu :
- Manajemen Training level II (MTL-II), diikuti dengan Outward bond
- Test Toefel Bahasa Inggris
- Ilmu sosial (Sosiologi, Antropologi, Hubungan antar suku bangsa, kriminologi, kenakalan remaja, etika dan falsafah)
- Ilmu Manajemen (Administrasi Pemerintahan, Perilaku Organisasi, Administrasi Kepolisian, Manajemen Kepolisian)
- Ilmu Pasti (Statistika)
- Ilmu Kepolisian (Manajemen Reskrim, Hukum Kepolisian, Manajemen Intel, Kapita Selekta Forensik, Perbandingan sistem kepolisian)
- Bela diri
- Pembuatan Skripsi (Renlit, Penelitian)
- Latihan Prosedur Staf (Latprostap)
- Jianmas
Kemampuan-kemampuan diatas harus dikuasai dan dipadukan nantinya saat bekerja dilapangan, sekembalinya dari bangku kuliah, tentunya kita akan dihadapkan pada berbagai tugas dengan permasalahan dan tantangan yang berbeda. Kemajuan dunia dewasa ini menuntut kita untuk bekerja keras menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat.

Jumat, 20 November 2009

BEKERJA YANG BAIK DAN MILIKI INTEGRITAS

Betapa ironinya kehidupan kita saat ini di satu sisi banyak yanghidup lebih dari berkecukupan, namun disisi lain masih banyak juga yang kekurangan bahkan dibawah garis kemiskinan, serba kekurangan dan tidak layak.



Jika kita renungkan sudah 64 tahun negara kita merdeka, namun belum mampu mengangkat derajat ekonomi bangsa setara dengan negara lain.



Apakah penyebabnya?



Mari kita telusuri dan coba untuk mengurai, menganalisa dan mencari solusi untuk kebaikan kita bersama, disaat kita sudah menemukan yang terbaik, rasanya kita cepat bosan dan tidak bisa mempertahankan dan meningkatkannya, cepat puas hati.




1. Gaya hidup, tidak disiplin


Jam karet, itulah kita mengatakannya kepada siapapun disaat-saat pertemuan dan kegiatan selalu tidak tepat waktunya.


2. Tidak sesuai aturan


Kita hanya ingin apa yang kita inginkan tercapai, aturan sering dibijaksanai dengan berbagai alasan sehingga ruang dan celah selalu terbuka sesuai keinginan kita.


3. Ketidakjujuran


Dalam pekerjaan maupun keuangan dan apapun adanya kita mengalami krisis kepercayaan yang teramat sangat, tidak jujur adalah salah satu penyebab kita tidak percaya satu sama lain dan kebohongan itu sangat merugikan negara kita.


4. Gaya Hidup
Ada yang bergaya hidup mewah sedangkan yang lain masih dalam kesederhanaan, pola gotong royong telah berubah menjadi gaya hidup individual dan uang menjadi salah satu pengganti segala urusan.
Semua yang kami sampaikan diatas adalah beberapa dari sekian banyak faktor kalau kita renungkan sangat berpengaruh cukup signifikan. Apa yang harus kita lakukan menyikapi hal tersebut dan membuat segala sesuatunya menjadi lebih bermakna dalam kehidupan kita di bidang manapun kita mengambil bagian.
Disiplin dalam segala hal adalah yang utama dan sangat dibutuhkan, mulailah dari diri sendiri, semua orang sangat mendambakan sikap disiplin anda dan sangat terbantu karena kedisiplinan tersebut.
Patuhilah semua peraturan yang berlaku, jangan melanggar hak orang lain dengan bijak sana, bijak sini. Betapa gampangnya hidup dalam sebuah keteraturan dimana semua saling mengerti, memahami dan menghormati hak-hak orang lain.
Hidup sederhanalah, berbuat yang terbaik untuk semua orang.
Semua itu adalah bagian dari integritas kita yang harus dibangun sejak dini dengan komitmen yang kuat, kemauan serta motivasi yang tinggi. Banyak orang sudah berhasil melakukannya dan meraih suatu keberhasilan di bidang tersebut, maka jangan ragu lagi, bergiatlah wahai saudaraku, sahabatku dan seluruh masyarakat negeri ini.