Jumat, 11 November 2011

Kuliah Yang Menyenangkan

Belajar dan Belajar adalah sebuah seni yang indah dimana kita bisa menertawakan diri sendiri, termenung karena ditegur dosen, ada kesalahan penulisan, dsb. Apakah kita akan berhenti sampai disini untuk belajar? Tentu tidak bukan, belajar tidak hanya untuk mengejar sebuah pengakuan dari orang lain, memperoleh jabatan ataupun kedudukan yang lebih tinggi, mengejar harta benda, materi, dll. Belajar adalah menghapus kegelapan / awidya dari dalam diri kita, mengajari kita banyak hal, merecall kembali memori kita, melatih daya nalar, analisis, asah otak mengaktifkan sel-sel otak, menajamkan otak, dsb... cukupkah sampai disitu, tentu tidak bukan!
Belajar adalah untuk memperbaiki diri, meraih kesempurnaan nurani, mengetahui kebajikan, sehingga kebijaksanaan dapat diraih, pengambilan keputusan memiliki dasar, sabar, memperhitungkan segala resikonya, dan akhirnya menuntun kita kepada tujuan hidup sesungguhnya menuju keabadian bersatu dengan Hyang Widhi.

Wahai para kaum terpelajar.... belajarlah selalu dalam kehidupan ini.

Senin, 15 Agustus 2011

Siklus Kehidupan

Kemakmuran hidup diperoleh dari memberi, semakin banyak yang diberikan maka seseorang akan menjadi makmur. Kehidupan datang sejak awal saat Tuhan memberikan berkahnya yang melimpah pada alam semesta, apa yang Kita dapatkan saat ini adalah milik Sang Pencipta. Kekayaan, material, makanan, emas, dan sebagainya diberikan oleh Tuhan untuk kesejahteraan dan kemakmuran semua umatnya. Semuanya berhak atas kekayaan alam semesta.
Sudah sepatutnya dan wajib hukumnya kita senantiasa berbagi kepada sesama atas apa yang kita peroleh, makanan, harta, ilmu pengetahuan harus digunakan untuk kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian umat manusia.

Hubungan dalam Kekerabatan
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari kekerabatan, sejak lahir dalam lingkungan yang berbudaya, beradat dan bertradisi luhur. Urutan nama, hari lahir, leluhur, tempat sembahyang sesuai asal klu merupakan sebuah pertanda bahwa kehidupan ini sudah diatur sedemikian rupa sehingga tertata dan terstruktur dengan begitu baiknya dan cukup kompleks.

Hutang dan Balas Budi
Saat kita sakit atau susah banyak orang datang membantu, saat kita mencari tempat istirahat banyak yang menawarkan tempat yang layak. Saat melihat orang susah dan sakit kita harus membalasnya meski tidak pada orang yang sama, Tuhan selalu menguji dan memberikan kesempatan kepada umatnya untuk senantiasa berbuat yang terbaik.


Amal Ibadah, Kedermawanan
Kapan kita bisa saat itulah kita harus senantiasa berbuat, kita tidak tahu kapan maut akan menjemput kita. Kehidupan ini seperti sebuah buku yang sudah tertulis masing-masing halamannya, entah halaman keberapa kisah hidup kita berakhir, setiap saat bisa karena itu kita harus berbuat baik setiap saat sebagai bekal menjalani kehidupan selanjutnya.

Kembali ke Asal (Panca Maha Butha)
Semua akan meninggal, dikubur dalam liang lahat, badan yang semula utuh akan hancur , busuk dimakan rayap, dan bagi umat Hindu jasadnya akan dibakar dan dikembalikan ke asalnya yang dibentuk dari air,api, tanah, bayu, teja dan akasa.

Jadi berbuatlah Dharma dalam kehidupan ini.

Minggu, 14 November 2010

Latsitarda Nus XXXI Kalbar

Yontarlat II/Hiu
Menjadi seorang danton taruna membawahi anggota yang sedang melaksanakan latihan integrasi bersama masyarakat merupakan sebuah kebanggaan, sekaligus mengenang masa menjadi taruna tahun 2003. Seluruh taruna menginap di rumah penduduk (induk semang) yang menyebar di 7 (tujuh kelurahan) di Kecamatan Singkawang Utara. Penyebaran taruna yang jarak satu sama lainnya cukup jauh menyebabkan pengawasan dan pengendalian harus dilaksanakan secara tepat dan efisien.
Sebagai lulusan PTIK yang telah memperoleh pelajaran manajemen dan Wasdal menyebabkan pola pengawasan dilaksanakan dengan kontrol melalui alkom dan ronda keliling, cukup capek mutar ke semua induk semang, namun semua bisa terlaksana karena adanya kemauan, kendaraan dan alkom yang memadai.
Bergabung dengan Dankie (AAL) Myr (Mar) Endrawan Rahardian, Danton 1 Lettu (Inf) Dian Destiawan (Akmil) serta Danton 2 Lettu Agus Sunandar (AAU) sangat menyenangkan. Myr Endrawan memiliki semangat dan banyak keahlian yaitu salah satunya manajemen operasi (membuat posko, panel data, laporan, adm, dll), Letnan Dian merupakan lulusan terbaik Akmil 2005 dan Letnan Agus merupakan staf pers AAU yang handal.

Bersambung........

Selasa, 27 Juli 2010

Menulis Skripsi

Salah satu syarat untuk menjadi sarjana adalah menulis Skripsi, banyak cara dan metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini. Kami mencoba sesuai dengan ilmu dan pengalaman yang telah kami peroleh.
1. Metode Penelitian adalah pelajaran awal untuk memberikan pengetahuan kepada seorang calon peneliti agar memahami berbagai macam bentuk dan cara penelitian, sebagai lanjutannya adalah Seminar Usulan Penelitian, yang membahas mengenai tata cara penyusunan skripsi mulai dari perencanaan penelitian (Renlit).
2. Rancangan dan Pelaksanaan Penelitian yaitu persiapan dan pengumpulan rencana penelitian dilanjutkan dengan pelaksanaan penelitian di lapangan.
3. Penulisan skripsi : sesuai dengan pedoman penulisan yang sudah digariskan oleh lembaga masing-masing.
4. Ujian Skripsi : Uji kelayakan lulus melalui paparan dan tanya jawab dengan Dewan penguji yang sudah ditunjuk.
5. Perbaikan dan penyempurnaan skripsi : perbaikan sesuai dengan petunjuk team penguji, dilanjutkan dengan pengumpulan, penjilidan dan penggandaan oleh lembaga.

Senin, 26 Juli 2010

Rencana Untuk Membangun Kampung

Sebuah Dusun yang dahulu jauh dari hiruk pikuk pengaruh perkembangan jaman, jalan akses yang sulit serta kehidupan tradisional yang kental, kini telah berubah menjadi salah satu lintasan jalur strategis yang menghubungkan satu dusun dengan dusun lainnya. Akses jalan terbuka ke kota, wisatawan mulai berdatangan, hotel-hotel mulai berdiri dan tanah-tanah tebing pun mulai dijual oleh masyarakat.
Secara geografis Dusun Laplapan terletak di dataran yang cukup tinggi, diapit oleh jurang dan sungai Petanu yang mengalir tenang dan jernih. Mata air terdapat di beberapa tempat yang dapat segera diminum. Hamparan persawahan bisa ditemui setelah melewati pemukiman penduduk. Pemandangan yang disajikan sungguh menakjubkan alami, damai dan udara yang sejuk.
Penduduk Dusun Laplapan telah mengalami berbagai percampuran, perkawinan dengan berbagai suku, banyak yang merantau ke kota di seluruh Indonesia sampai di Luar Negeri. Perkembangan jumlah kelahiran semakin meningkat, tidak sebanding dengan lahan yang dimiliki, sehingga tanah teba (tanah di belakang rumah) telah banyak dirambah menjadi rumah, bahkan sawah pun saat ini sudah digunakan sebagai bangunan.
Kesejahteraan penduduk mulai meningkat seiring dengan kemajuan pembangunan dan pariwisata, hampir tiap rumah sudah memiliki kendaraan bermotor dan berbagai perlengkapan rumah sampai sarana telekomunikasi berupa telepon rumah dan handphone. Sesuatu yang begitu cepat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Dusun yang dahulu begitu akrab dan ramah seolah berubah perlahan menjadi asing dan tidak lagi ramah (mungkin ini perasaan dan kekhawatiran kami saja) sebagai anak kampung yang lama meninggalkan kampungnya.
Kini kami telah menjadi orang (seperti kata masyarakat di kampung), ingin sekali melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk semua masyarakat di kampung kami, bukan maksud untuk mencari apa-apa, namun semua terbersit dan muncul karena rasa kecintaan yang begitu dalam untuk kampung halaman. Masa-masa indah sejak kecil sangat terasa sampai saat ini, kalau dirunut ke belakang, kami bisa menjadi orang karena kampung kami beserta orang-orang yang ada di dalamnya. Dukungan moral, motivasi, karakter, filsafat hidup banyak kami temukan dan dapatkan dari masyarakat di kampung. Seni sebagai salah satu alat untuk mengembangkan diri, cara bekerja keras dan kesederhanaan adalah salah satunya.
Banyak orang kampung yang berhasil dan masih banyak juga yang belum menemukan pekerjaan, pendidikan dan segala sesuatu yang berguna untuk masa depannya.
Mulai saat ini kami ingin membangun kampung halaman kami dengan segala daya upaya sampai mengalami kesejahteraan bagi semua umatnya. Berbagi dan berbagi, melakukan yang terbaik, untuk semua orang-orang tercinta di kampung yang kami tinggalkan.
Biarkan kami pergi menggapai cita-cita kami yang tinggi sampai menjadi Jenderal sehingga bisa mengangkat citra dan cita masyarakat di kampung kami.

Sarjana Ilmu Kepolisian

Semua berawal dari hanya sebuah angan-angan, perlahan Tuhan berikan ruang dan kesempatan untuk mengabdi, berkarier karena janji dalam hati untuk berbuat yang terbaik. Jawaban datang atas semua keraguan selama ini, menjadi sarjana (S1 kepolisian) dan calon S1 Hukum apabila kuliah Ubhara tiada hambatan. Waktu serasa begitu cepat menjawab dan akan selalu menuntut pembalasan atas semua yang sudah diberi.
Pundak kini bertambah pangkat dan bertumpuk tugas serta tanggung jawab, tapi semua itu adalah tempat untuk berbakti dan mengabdi, sekian lama semuanya terjawab tanpa keraguan bahwa berkah yang diberikannya begitu melimpah. Pendidikan untuk mengerti kesehatan (SPK), merasakan pendidikan dasar kepolisian mulai dari Seba Polri, menjadi bintara pelaksana semua perintah atasan kemudian mengikuti pendidikan Akpol dilanjutkan dengan kuliah di PTIK. Perlahan namun pasti Tuhan memberikan arah hidup yang jelas yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran moral yang tinggi.
Seakan terus mengingat bahwa orang-orang memberikan label untuk bertindak seperti yang diharapkannya menjadi contoh bahwa rajin dan pintar, baik hati dan jujur serta semua label yang positif ternyata mengingatkan kita selalu akan hal-hal baik yang harus dilakukan.
Sarjana Ilmu Kepolisian sudah di depan mata dan tugas akan menanti di lapangan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di PTIK sebagai seorang sarjana yang memiliki pola pikir akademisi.
Selamat, selamat, selamat.

Sabtu, 16 Januari 2010

Ilmu Pengetahuan dan Filsafat

Ilmu Pengetahuan didasarkan pada sebab-akibat langsung/terdekat untuk menyimpulkan adanya hipotesa, teori, hukum dan konsep, sedang filsafat didasarkan pada sebab terjauh, sebab terawal / terdalam atas terjadinya sesuatu yang diinterpretasi dari jawaban atas dasar 3 pertanyaan yang diajukan yaitu : (1) Faktor apa yang menggerakkan terjadinya, (2) Apa tujuan dan kejadian atau keberadaan dari sesuatu yang dikaji, dan (3) Nilai-nilai umum maupun khusus (seperti agama, moral dan keindahan) yang dikandungnya.

Semua orang mempelajari Ilmu pengetahuan di sekolah maupun di luar sekolah, namun banyak yang tidak mengenal apa itu filsafat. Filsafat baru dipelajari di Perguruan tinggi, kenapa seperti itu ya? Kita bisa menganalisa dan menilai bahwa Ilmu Pengetahuan merupakan dasar yang harus dimiliki setiap umat manusia, sedangkan Filsafat merupakan hakikat, perenungan, mencari sebab yang terdalam dan terjauh. Memerlukan proses berpikir dan kematangan jiwa, sehingga Filsafat belum layak diajarkan pada masa kanak-kanak dan remaja. Setelah menginjak usia remaja ke dewasa, barulah kita mengerti dan mulai berpikir tentang hakikat hidup dan kehidupan serta segala sesuatu yang kita pelajari selama di sekolah.

Pengetahuan dan filsafat dapat berjalan berdampingan untuk membentuk pribadi yang matang dan mumpuni, matang karena memahami hakekat dan sebab yang terdalam, sedangkan mumpuni berarti menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan.

Secara harfiah ilmu pengetahuan disebut logos, logi yang berarti logika. Filsafat dikenal sebagai philos yaitu cinta dan sophien yaitu kebenaran jadi filsafat berarti cinta akan kebenaran (love of wisdom). Seseorang yang memahami ilmu dibarengi dengan filsafat maka akan menjadi seseorang yang bijaksana dan arif dalam mengambil keputusan.

Saat ini banyak hal yang menyangkut kecerdasan seseorang yaitu menyangkut aspek intelektual (IQ), spiritual (SQ) dan emosional (ESQ). Munculnya kecerdasan ini karena adanya proses berpikir dan perenungan yang mendalam dari para pakar dan ahli, jadi hal inipun dapat dikatakan berpikir secara filsafat yang melairkan ilmu baru dan pemahaman baru.

Kita bisa berhenti sejenak dan memikirkan sesuatu secara mendalam untuk mendapatkan makna yang terdalam sehingga suatu saat tiada keraguan lagi mengenai kebenaran yang kita yakini.

Terima kasih ya Tuhan.

Rabu, 23 Desember 2009

Rencana Tuhan
Saat kita berusaha tentunya selalu berdoa memohon kepada Tuhan agar dikabulkan semua harapan dan keinginan kita, namun tidaklah serta merta seperti minum obat langsung sembuh. Harapan dan keinginan kita ak.an dipertimbangkan oleh Beliau apakah sudah saatnya atau ada sesuatu yang lebih baik dan didahulukan yang diberikan oleh-Nya.
Semua rencana beliau sangat indah untuk masing-masing umatnya, ketika mengalami kegagalan kita cenderung menyalahkan diri sendiri, sedih, kecewa dan emosi, padahal tanpa kita sadari Tuhan telah menyiapkan rencana besar dan sesuatu yang lebih baik dari apa yang kita inginkan. Kesadaran itu baru muncul apabila kita berpikir jernih dan merenungkan kembali arti kegagalan tersebut.
Saat SPK dulu, dan dari kecil saya ingin meraih sesuatu yang baik di bidang bela diri, pernah ikut pencak silat namun gagal ( tidak kontinyu pelatihannya ), pernah ikut karate namun tidak jelas penyelesaiannya. Dalam hati dan benakku ingin sekali mendapatkan sesuatu yang berharga, ternyata kesempatan tersebut datang pada saat mengikuti pendidikan PTIk, ada progran beladiri dalam kurikulum dan tidak tanggung-tanggung sampai tingkat Dan I. Dalam undian kelompok saya masuk karate, alangkah senangnya hati ini dan sangat terasa sekali Tuhan masih memberikan berkah-Nya sampai saat ini.
Sungguh indah rencana Tuhan, kita patut bersyukur pada-Nya dan jangan sia-siakan apa yang telah Beliau anugrahkan.

Minggu, 22 November 2009

PTIK

Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK)
"Garbha Wiyata Luhur Bhayangkara"

Menjadi mahasiswa PTIK adalah dambaan setiap Perwira Polri, menjadi dewasa adalah sebuah keharusan, menyikapi sesuatu secara positif, tidak berprasangka merupakan beberapa ciri khas berpikir positif. Kritis dan korek adalah kemampuan yang diasah di PTIK. Dididik menjadi seorang mahasiswa yang dituntut berkemampuan akademisi, berpikir ilmiah, tidak katanya dan semua berpedoman pada theory serta dasar berpikir yang sistematis.
Lulusan PTIK diharapkan mampu menjadi manajer yang berkemampuan administratif dan akademik yang memadai, punya bank ilmu yang akan menjadi referensi dalam mengambil keputusan di Lapangan. Banyak contoh yang diberikan dosen selama perjalanan tugas dan pemberian komentar saat bertugas, sering terjadi kesalahan yang sebenarnya tidak perlu terjadi dan menuai kritik dari masyarakat. Seperti dalam kasus Bibit-Chandra, terdapat kesalahan keterangan bahwa menahan adalah hak, yang sebenarnya adalah kewenangan Polri.
Dalam kasus Mbok Minah (pencuri 3 biji kakau), sangat disayangkan tidak ada upaya memanfaatkan diskresi untuk menyelesaikan perkara secara non yustisial. Menurut antropologi dan sosiologi hal ini dimungkinkan untuk diselesaikan tanpa harus melalui pengadilan.
Saat menjadi mahasiswa PTIK, kita bisa bercermin mengenai wajah Kepolisian RI saat terdahulu, kini dan yang akan datang. Kajian lengkap mengenai yang seharusnya dilakukan adalah tercermin dari mata kuliah, pelatihan yang diberikan selama di PTIK, kalau kami boleh menyampaikan sekilas beberapa Learning Poin yang didapatkan selama di PTIK yaitu :
- Manajemen Training level II (MTL-II), diikuti dengan Outward bond
- Test Toefel Bahasa Inggris
- Ilmu sosial (Sosiologi, Antropologi, Hubungan antar suku bangsa, kriminologi, kenakalan remaja, etika dan falsafah)
- Ilmu Manajemen (Administrasi Pemerintahan, Perilaku Organisasi, Administrasi Kepolisian, Manajemen Kepolisian)
- Ilmu Pasti (Statistika)
- Ilmu Kepolisian (Manajemen Reskrim, Hukum Kepolisian, Manajemen Intel, Kapita Selekta Forensik, Perbandingan sistem kepolisian)
- Bela diri
- Pembuatan Skripsi (Renlit, Penelitian)
- Latihan Prosedur Staf (Latprostap)
- Jianmas
Kemampuan-kemampuan diatas harus dikuasai dan dipadukan nantinya saat bekerja dilapangan, sekembalinya dari bangku kuliah, tentunya kita akan dihadapkan pada berbagai tugas dengan permasalahan dan tantangan yang berbeda. Kemajuan dunia dewasa ini menuntut kita untuk bekerja keras menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat.

Jumat, 20 November 2009

BEKERJA YANG BAIK DAN MILIKI INTEGRITAS

Betapa ironinya kehidupan kita saat ini di satu sisi banyak yanghidup lebih dari berkecukupan, namun disisi lain masih banyak juga yang kekurangan bahkan dibawah garis kemiskinan, serba kekurangan dan tidak layak.



Jika kita renungkan sudah 64 tahun negara kita merdeka, namun belum mampu mengangkat derajat ekonomi bangsa setara dengan negara lain.



Apakah penyebabnya?



Mari kita telusuri dan coba untuk mengurai, menganalisa dan mencari solusi untuk kebaikan kita bersama, disaat kita sudah menemukan yang terbaik, rasanya kita cepat bosan dan tidak bisa mempertahankan dan meningkatkannya, cepat puas hati.




1. Gaya hidup, tidak disiplin


Jam karet, itulah kita mengatakannya kepada siapapun disaat-saat pertemuan dan kegiatan selalu tidak tepat waktunya.


2. Tidak sesuai aturan


Kita hanya ingin apa yang kita inginkan tercapai, aturan sering dibijaksanai dengan berbagai alasan sehingga ruang dan celah selalu terbuka sesuai keinginan kita.


3. Ketidakjujuran


Dalam pekerjaan maupun keuangan dan apapun adanya kita mengalami krisis kepercayaan yang teramat sangat, tidak jujur adalah salah satu penyebab kita tidak percaya satu sama lain dan kebohongan itu sangat merugikan negara kita.


4. Gaya Hidup
Ada yang bergaya hidup mewah sedangkan yang lain masih dalam kesederhanaan, pola gotong royong telah berubah menjadi gaya hidup individual dan uang menjadi salah satu pengganti segala urusan.
Semua yang kami sampaikan diatas adalah beberapa dari sekian banyak faktor kalau kita renungkan sangat berpengaruh cukup signifikan. Apa yang harus kita lakukan menyikapi hal tersebut dan membuat segala sesuatunya menjadi lebih bermakna dalam kehidupan kita di bidang manapun kita mengambil bagian.
Disiplin dalam segala hal adalah yang utama dan sangat dibutuhkan, mulailah dari diri sendiri, semua orang sangat mendambakan sikap disiplin anda dan sangat terbantu karena kedisiplinan tersebut.
Patuhilah semua peraturan yang berlaku, jangan melanggar hak orang lain dengan bijak sana, bijak sini. Betapa gampangnya hidup dalam sebuah keteraturan dimana semua saling mengerti, memahami dan menghormati hak-hak orang lain.
Hidup sederhanalah, berbuat yang terbaik untuk semua orang.
Semua itu adalah bagian dari integritas kita yang harus dibangun sejak dini dengan komitmen yang kuat, kemauan serta motivasi yang tinggi. Banyak orang sudah berhasil melakukannya dan meraih suatu keberhasilan di bidang tersebut, maka jangan ragu lagi, bergiatlah wahai saudaraku, sahabatku dan seluruh masyarakat negeri ini.



Selasa, 10 November 2009

KERINDUAN, KESEDERHANAAN DAN PENCAPAIAN

Kami tidak pernah berpikir dan mengira jalan kehidupan akan menjadi seperti sekarang, jauh dari orang tua, merantau, bekerja dan memiliki keluarga. Tak terasa semuanya terasa begitu cepat dan dalam keadaan seperti sekarang muncul perasaan rindu akan orang tua, rindu pada sentuhan kasihnya, masakannya serta nasehatnya.
Beliau mendidik dengan disiplin dan menurut caranya sendiri, betapa besarnya kasih mereka. Mereka juga mengajarkan kesederhanaan hidup yang tiada tara, mungkin tidak pernah membeli pakaian baru, tidak pernah mau makan di luar sampai sekarangpun, masih sangat sederhana.
Pencapaian sampai saat ini sungguh luar biasa, apa yang beliau tanamkan telah berbuah keberhasilan anak-anaknya bekerja dan berkeluarga. Karena itu jangan pernah kecewakan beliau.
Empati
Pentingnya menjaga perasaan empati yang kita miliki sebagai salah satu anugrah dari Tuhan, disamping cinta kasih. Empati tumbuh di dalam setiap hati manusia ketika memahami suatu keadaan yang membuat perasaan terenyuh, sedih, ikut merasakan perasaan orang lain.
Berbicara mengenai perasaan, sangat subyektif, tidak bisa diukur dengan materi, namun bisa dirasakan oleh siapa saja. Jika kita kasihan kepada orang maka kita akan berusaha dan berpikir bagaimana caranya bisa berbuat sesuatu untuk mereka, jika kita merasakan setiap keluh kesah orang lain maka hati kita ikut tergerak memahami apa yang mereka rasakan dan seolah kita juga punya beban moral untuk berkewajiban meringankan beban mereka.
Kini apa yang anda rasakan, apakah sudah berempati dengan orang lain? Empati sangat erat kaitannya dengan hubungan antara satu individu dengan individu yang lain, sejauh mana seseorang menghargai hubungan itu, tidak hanya dinilai dari apa yang diucapkannya.
Komunikasi juga sangat diperlukan dalam mengembangkan empati kita, karena tanpa komunikasi kita sulit mengetahui perasaan orang lain. Bisakah empati ditukar, dihitung dengan materi? Menurut saya materi bisa dicari, sepertinya sudah diatur sesuai dengan amal perbuatan kita masing-masing. Namun empati tidak bisa dinilai dengan materi.
Contoh : Kalau kita memiliki perkataan maka kita harus pertanggung jawabkan, apakah itu bercanda atau main-main? Hargailah perasaan orang lain kepada kita, jangan hanya memikirkan untung dan ruginya karena kita tidak tahu apa yang terjadi esok hari. Bisa saja orang yang kita abaikan sekarang, suatu saat akan menjadi penolong kita, penentu nasib kita dan sebagainya.
Ga apa-apa, itu semua hak kita masing-masing, namun ketika mengatakan akan bertemu orang lain, kenapa harus dibelokkan lagi untuk membatalkan sesuatu yang ingin disepakati. Semoga kita menjadi lebih baik dan koreksi diri kita masing-masing. Kami berhutang budi, begitu banyak kebaikan yang telah anda berikan namun apalah daya sampai saat ini kami belum bisa membalasnya, suatu saat kami akan melakukan yang terbaik kepada anda.
Maafkan jika kami menumpahkannya dalam tulisan ini, kehidupan ini memang keras, untung rugi menjadi perhitungan yang sangat penting dan berharga, suatu saat kami ingin melakukan sesuatu namun tidak berhasil dan malah suatu saat ada penawaran. Gimana ya, saat kita menganggap remeh seseorang, saat itulah kita harus melihat diri kita juga begitu remeh.
Jadikanlah pelajaran berharga untuk menjaga perasaan orang lain, jadilah orang kuat, tekun, ulet dan sabar, belajarlah banyak tentang hidup ini. Semoga kita bisa membahagiakan orang lain dengan apa yang bisa kita berikan kepada mereka.

Sabtu, 03 Oktober 2009

Nyekah, Sebuah Nilai Luhur

21 September 2009, waktu cuti bersama Lebaran, kesempatan pulang ke Bali bersama Theresia dan Satriya. Waktu 12 hari setelah ngaben, dikenal dengan ngrorasin. Melihat urutan upacara mulai dari Ngeluhurin, Nguben dan Nyegara Gunung, sungguh suatu penghormatan yang sangat luar biasa kepada sang Atman itu sendiri, yang diwujudkan sebagai leluhur. Upacara, banten dan kegiatan dibuat dengan tulus, hikmat dan sangat agung.
Betapa hatiku tergetar membayangkan kelak saat kami juga diupacarakan seperti ini, sepertinya keluarga yang melaksanakan upacara dengan bantuan "krama banjar' tidak peduli apakah mereka yang diupacarakan pernah berbuat tidak baik semasa hidupnya, pernah menyakiti dan lain-lain. Melihat upacara yang dilakukan sepertinya semua memaklumi kekurangan mereka, memaafkan kesalahan mereka dan mendoakan mereka mendapatkan tempat disisi Ida Hyang Widhi Wasa.
Rangkaian Upakara dilaksanakan secara kolektif dan dipusatkan di Balai Banjar, para anggota keluarga yang mempunyai pekerjaan membentuk panitia pelaksana dan masing-masing disebut konsumen. Bahan dan biaya dikeluarkan berdasarkan kesepakatan, semua pekerjaan dilaksanakan bersama-sama dibantu krama banjar yang lain, siang malam mereka bekerja tanpa mengenal lelah, mengesampingkan pekerjaan sehari-hari, seolah tak berpikir tentang nafkah, mereka mengutamakan Yadnya.
Betapa terharunya hatiku, masyarakatku, keluargaku selalu hidup damai, rukun, bekerja keras dan tidak membeda-bedakan. Mereka jarang keluar daerah, saat Nyegara Gunung di pantai Goa Lawah, ada kapal besar di tepi pantai, sebagian perhatian mereka melihat kapal tersebut, seolah kagum dan bertanya-tanya.
Sepertinya Yadnya sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat di Banjarku khususnya, setelah selesai rangkaian Ngaben, krama banjar sudah dinanti dengan Ngayah dalam rangka Piodalan di Pura Khayangan Tiga, mulai dari Pura Dalem, Baleagung dan selanjutnya menyongsong hari raya Galungan dan Kuningan.
Capek dan bosankah mereka? melihat semangat dan wajah ikhlas dan ceria mereka, seolah tidak ada sedikitpun keluhan, semuanya mengalir dengan penuh ketulusan, Kami hanya bisa berdoa dari Jakarta sini, Ida Hyang Widhi berikanlah selalu semua wargamu kesehatan, keselamatan, kerahayuan dan rejeki yang lancar.
Selamat wahai warga masyarakatku, keluargaku, saudara-saudaraku semua, doakanlah kami disini agar tidak mengecewakan kalian kelak, bisa membawa nama harum dan mengangkat jiwa semangat Banjarku untuk mengabdi pada Nusa dan Bangsa Indonesia.
Bravo.

Jumat, 04 September 2009

Menanam dan Menuai, Belajar dari Alam

....."Jagung ditanam, jagung dituai", "Ketela ditanam, ketela yang akan dituai", "Padi ditanam, padi pula yang akan dipanen"
Begitulah orang tua mengajarkan kita kearifan dan sebuah motivasi untuk bekerja, karena kalau tidak menanam sesuatu apapun maka kita tidak akan memetik hasil apapun juga. Kasarannya kalau kita hanya berpangku tangan (malas), niscaya akan memperoleh apa yang kita inginkan. Dalam kalimat tersebut memang diumpamakan tanaman saja, alam yang paling mudah kita mengerti dan nyata hasilnya mungkin bisa dikatakan sebagai hukum alam, dimana Sang Pencipta sudah mengkodratkan bahwa apa yang kita tanam maka hasilnya juga buah dari tanaman tersebut yang kita tuai atau panen untuk bisa dinikmati.
" Dalam kehidupan kita sehari-hari bukan hanya tanaman secara fisik yang kita tanam untuk memenuhi kebutuhan biologis dan menjaga kelangsungan hidup, namun kita juga harus menanam kebajikan, perbuatan luhur, baik dan mulia yang akan berbuah kebahagiaan, kedamaian dan ketentraman dalam hidup kita di dunia maupun di akhirat.
Menanam kebajikan memang tidak terlihat, abstrak, hasilnyapun tidak terlihat, namun dapat dirasakan dan bersifat kekal. Tanaman ini akan menjadi vitamin bagi jiwa kita dan diibaratkan sebuah deposito yang tidak akan pernah habis.
..."Kami merenung saat menanam bunga, pohon buah di depan rumah kontrakan Kami di Jakarta, cukup banyak tanaman yang sudah ada di Pot, tanaman itu tidak langsung berbuah, ada memang yang berbunga karena saat Kami ambil bibitnya memang sudah ada bunganya. Kami amati dan coba sekali waktu ada kesempatan bercakap-cakap dengan mereka mengagungkan Sang Pencipta disamping mereka, setiap hari kami memberikan perawatan dengan menyiram dan memberikan pupuk, semakin hari tanaman yang kecil mulai memperlihatkan daunnya yang hijau, bunganyapun mulai mengembang, sungguh mereka siap tumbuh menghiasi halaman rumah kami menjadi hijau dan tentu akan memberi balasan atas siraman Kami setiap hari dengan kesegaran hijau daunnya dan keelokan bunganya.
"Kami bisa menanam beberapa tanaman hias, namun apakah Kami sudah menanam kebaikan dan berapa banyak kebajikan yang sudah kami depositkan ? Tidaklah sulit menanam sebuah pohon, begitupun menanam kebajikan, asal kita memiliki kemauan untuk melakukannya.
"Semuanya sudah disiapkan oleh-Nya, tinggal Kita menggali, memelihara dan berbagi dengan orang lain"
Mengertikah Anda dengan apa yang Kami utarakan dengan tulisan ini : tentu anda punya kebijakan sendiri mengenai hal itu, kalau boleh Kami belajar dari para pembaca bagaimana kita menanam tanaman dan menanam kebajikan.
Kami punya ide dan pemikiran tentang tanam-menanam :
1. Tanamlah Bunga atau apapun yang bisa ditanam, mulai dari halaman rumah, tempat-tempat umum dan dimanapun anda berada, satu tanaman akan sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup kita.
2. Rawatlah tanaman tersebut dan sayangilah mereka, hukum alam akan berlaku disini, tanpa bicarapun, tanpa diminta dia akan tumbuh, berbuah/berbunga.
Untuk Menanam Kebajikan :
1. Sisihkanlah sedekah dari penghasilan anda kepada orang yang membutuhkan.
2. Berbagilah kebahagiaan melalui hal-hal kecil yang bisa membuat orang lain tersenyum
3. Ringan tanganlah.
Masih banyak kekurangan dari Tulisan ini, mohon ditambahkan saran, pendapat anda. Banyak menanam, banyak menuai.
Salam

Makna menanam sesuatu

Selasa, 07 Juli 2009

Dirgahayu Bhayangkaraku...

Kami bangga padamu Polri, kini usiamu sudah 63 th, terbilang sudah tua, bahkan memasuki uzur kalau diibaratkan dengan umur manusia. Semakin Tua, semua berharap kamu semakin matang, maju, profesional dan segudang harapan masyarakat berada di pundakmu.
Perjuangan pertama sesuai komitmen, janji, formula yang digariskan pimpinan Polri adalah merebut dan membangun kepercayaan masyarakat, karena tanpa Trush, niscaya keberhasilan Polri dalam melaksanakan tugas belum maksimal.
Kedua yaitu menjadikan Polri sebagai Partner dari masyarakat, arogansi dihilangkan, kedudukan sejajar sebagai mitra yang senantiasa bekerjasama dalam membangun situasi aman dan tertib.
Ketiga yaitu memberikan pelayanan prima kepada segenap lapisan masyarakat, sesuai dengan tuntutan masyarakat modern yang menginginkan sesuatu yang berubah, tidak menunggu lama, tidak mengalami kerugian lebih banyak dan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh anggota Polri.
Itulah Perjuangan yang harus kita lakukan sebagai anggota Polri, semua adalah tanggung jawab kita bersama, para pendahulu telah meletakkan landasan, mempersiapkan segala sesuatunya dan tinggal kita melanjutkan perjuangan mereka. Mampukah, bisakah kita mencapai keberhasilan ini? Kembali kepada sejauh mana komitmen kita untuk berjuang, apa kepentingan kita dan untuk apa kita perlu berjuang?
Hakikatnya jelas, mau tidak mau, suka tidak suka itulah yang harus kita laksanakan, banyak orang ingin menjadi anggota Polri, tugas Polisi begitu mulia, tiada keraguan lagi kita harus sungguh-sungguh menjalankan tugas kita dengan penuh keikhlasan.
----- :) Kembalilah pada pedoman hidup dan pedoman moral kita yakni Tri Brata dan Catur Prasetya. Semangatlah...
Wahai seluruh insan Polri mari berjuang bersama untuk meraih masa depan lebih baik dan mempersembahkan yang terbaik untuk seluruh masyarakat.
"Hiduplah Polri, Jayalah selalu, Doa Restu kami untukmu"

Senin, 22 Juni 2009

Satu lagi...sambungan

Sudah hampir mau satu bulan sejak berita dari istriku tentang kehamilannya, tak terasa " suatu malam dia menelpon dan ingin makan nasi goreng bikinanku, "Duh gimana ya, tapi berbekal keyakinan dalam hati aku berjanji esok harinya akan kubuatkan dan kirim lewat pesawat. "Kusimpan dalam pikiran bawah sadarku hingga esok harinya subuh-subuh aku bangun masak dan goreng nasinya kemudian kukirimkan ke Sentani untuk dititip lewat pesawat ke Biak. "Memang Tuhan Maha Besar dan kekuatan cinta mengantarkan nasi gorengku sampai di Biak dengan lancar".
Apakah istriku sudah mulai ngidam?. Pasti pikirku, tak ada yang lain karena dia begitu manja saat memintaku. Untuk kali ini aku akan berusaha memenuhi tiap keinginannya, aku ingin anak yang dikandungnya memperoleh berkah yang melimpah dari Tuhan dan kesalahan yang pernah kuperbuat saat istriku mengandung Satriya tidak terulang lagi. "Papa sangat mencintai kalian tiga (Mama, Satriya dan si kecil dalam kandungan).
Masih ada sesuatu yang aku pikirkan karena sebentar lagi akan berangkat mengikuti pendidikan PTIK di Jakarta, bagaimana dengan Mama dan Satriya yang ingin ikut bersama-sama di Jakarta, mau ngajak pembantu lagi.
Saya sangat menyayangi mereka, saya berharap mereka mau tinggal di Bali, menghirup sejuknya udara di kampung dan akan lebih banyak saudara, nenek, kakeknya Satriya yang akan memperhatikan dan menjaga mereka.
Kuliah di PTIK merupakan sebuah keharusan yang mempunyai pilihan beragam, disiapkan flat untuk tempat tinggal yang berukuran sedang, dan diberikan keleluasaan kalau mau tinggal di luar, tentu semua dengan konsekuensinya masing-masing. Tinggal di Flat harus menyesuaikan dengan tempat dan segala bumbu-bumbunya, sedangkan di luar juga harus mengeluarkan biaya ekstra yang belum disiapkan posnya.
Memang ada simpanan namun itu untuk masa depan dan tidaklah seberapa dibandingkan dengan lamanya waktu untuk menyisihkannya.
Semuanya harus direncanakan dan dipikirkan dengan matang dan baik.
Jadi waspadalah dan gunakan dengan akal sehat.

Kamis, 11 Juni 2009

Persiapan Tambah Satu Lagi...

Om Bhur Bwah Swah...dering suara ponselku dari mama syg, istriku. Suaranya lirih khas nada manja dan merajut... ada apa gerangan dalam hatiku... akhirnya dia menceritakan bahwa bulan ini telat datang bulan dan sudah dites, hasilnya positif. artinya...Satriya mo dapat adik lagi, duh senangnya perasaan ini sebuah anugrah yang luar biasa dari Ida Hyang Widhi Wasa.

Bersambung...

Senin, 01 Juni 2009

Bulan Istimewa....31 th

Seiring waktu berjalan tibalah kita di pertengahan tahun 2009, bulan genap yang harinya sesuai penanggalan Masehi berjumlah 30 hari, di penghujung bulan inilah 31 tahun yang lalu merupakan hari kelahiranku. Jumat Umanis, wuku Kelawu menurut perhitungan bulan Bali. Berbintang Cancer, bershio kuda dan entah apa lagi yang menyertai hari kelahiranku. Kita masih berpatokan kepada penanggalan Masehi sebagai tolak ukur menentukan hari-hari penting termasuk hari lahir yang diperingati setiap tahun sebagai hari ulang tahun.
Tentu saja hari ulang tahun sangat penting sebagai momen untuk introspeksi diri, merenung dan lebih mendalami hakikat kehidupan yang sudah kita jalani sampai saat ini. Banyak orang membuat perayaan khusus pada hari ulang tahunnya, syukuran, doa bersama dan sebagainya. Semua orang di lingkungan sosialnya juga turut serta merayakannya, ada yang memberikan hadiah, ucapan selamat sampai kejutan yang bersifat tantangan, lelucon atau gojlokan yang akan membuat kenangan tersendiri.

Khusus untukku aku akan merencanakan sesuatu yang lebih baik untuk momen ultahku kali ini karena tahun ini adalah tahun krusial untuk menentukan perjalanan karier, masa depanku. kita tentu tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi di kemudian hari yang mengakibatkan penyesalan berkepanjangan.
Bersambung .........